Di PT. PRIA Surabaya mengolah limbah B3 Limbah Bahan Berbahaya dan Berbahaya (B3) tidak bisa begitu saja disimpan, dibakar atau dibuang ke lingkungan karena mengandung bahan yang dapat membahayakan manusia dan organisme lainnya. Limbah ini memerlukan penanganan yang lebih spesifik dibandingkan limbah non B3. Limbah B3 di PT. PRIA Surabaya harus diolah secara fisik, biologis atau kimia agar tidak berbahaya atau mengurangi toksisitasnya. Setelah diolah, limbah B3 masih memerlukan perlakuan khusus untuk mencegah risiko kontaminasi. Limbah adalah limbah yang dihasilkan oleh suatu proses produksi, baik industri maupun domestik (rumah tangga). Di mana orang telah menetap, akan ada banyak jenis sampah. Ada sampah, ada air toilet (black water), dan ada air limbah dari kegiatan domestik lainnya (grey water).
Sampah padat lebih dikenal dengan istilah sampah yang seringkali tidak dimanfaatkan karena tidak memiliki nilai ekonomis. Dari segi kimia, limbah ini meliputi bahan kimia, senyawa organik dan senyawa anorganik. Pada konsentrasi dan jumlah tertentu, keberadaan sampah dapat menimbulkan dampak yang merugikan bagi lingkungan terutama kesehatan manusia, sehingga diperlukan pengelolaan sampah.
Mengolah limbah B3 PT. PRIA Surabaya
Beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas sampah adalah volume sampah, kandungan pencemar dan frekuensi pengolahan sampah. Untuk mengatasi limbah tersebut maka perlu dilakukan pengolahan dan pengolahan limbah. Pada dasarnya, pembuangan limbah ini dapat dibagi menjadi:
- Perawatan sesuai dengan tingkat perawatan
- Pengolahan sesuai dengan karakteristik limbah
Untuk menangani limbah dan limpasan (curah hujan) yang berbeda, area perumahan memerlukan jenis layanan pembersihan yang berbeda. Layanan remediasi ini tidak selalu ditafsirkan sebagai bentuk layanan yang disediakan oleh pihak ketiga. Ada juga layanan kebersihan yang diberikan oleh masyarakat itu sendiri, termasuk kepada pemilik atau penghuni rumah, seperti jamban.
Layanan pembersihan harian: layanan pembersihan untuk pengolahan air limbah. Jamban yang sesuai harus memiliki akses ke air bersih yang cukup dan terhubung ke peralatan pengolahan air jamban yang sesuai. Jika tidak ada jamban pribadi, masyarakat harus memiliki akses jamban bersama atau jamban MCK.
Layanan sampah. Layanan ini dimulai dari pengumpulan sampah dan pengumpulan sampah. Pengumpulan dilakukan dengan troli atau truk sampah. Pelayanan persampahan juga harus dilengkapi dengan Tempat Pembuangan Akhir Sementara (TPS), Tempat Pembuangan Akhir (TPA), atau fasilitas pembuangan sampah lainnya. Di beberapa kawasan pemukiman, layanan pengolahan sampah dikembangkan bersama oleh masyarakat. Beberapa melanjutkan upaya kolektif yang mencakup pengomposan dan pengumpulan bahan yang dapat didaur ulang. Pelayanan drainase lingkungan adalah pengelolaan limpasan air hujan dengan menggunakan saluran drainase (parit) untuk menampung limpasan dan pembuangan air hujan ke daerah penerima air. Ukuran saluran drainase harus cukup besar untuk menampung limpasan air hujan dari daerah yang dilayaninya. Pasokan air bersih untuk suatu fasilitas harus tersedia secara berkelanjutan dalam jumlah yang cukup, karena air bersih memang bermanfaat bagi masyarakat.
Metode pengolahan limbah B3 PT. PRIA Surabaya :
Proses pengolahan limbah B3 PT. PRIA Surabaya dapat dilakukan secara kimiawi, fisik, atau biologis. Proses pengolahan limbah B3 kimia atau fisik yang umum dilakukan adalah stabilisasi/integrasi. Stabilisasi/solidifikasi adalah morfologi fisik dan kimia dengan penambahan zat enhancer atau senyawa reagen tertentu untuk meminimalkan atau membatasi disolusi, transfer, atau difusi sifat toksik limbah pra-pembuangan. Contoh material yang dapat digunakan untuk proses stabilisasi/konsolidasi adalah semen, kapur, dan termoplastik. Cara pembakaran (combustion) dapat digunakan untuk mengurangi jumlah B3, tetapi harus dikontrol secara ketat selama pembakaran agar gas beracun yang dihasilkan selama pembakaran tidak mencemari udara.
Proses pengolahan limbah B3 PT. PRIA Surabaya secara biologis yang berkembang dengan baik saat ini disebut dengan bioremediasi atau vicoremediasi. Bioremediasi adalah pemanfaatan bakteri dan mikroorganisme lain untuk menguraikan/mengurai limbah B3, dan bitremediasi adalah pemanfaatan tumbuhan untuk menyerap dan mengakumulasi zat beracun dari dalam tanah. Kedua cara tersebut sangat berguna dalam mengatasi pencemaran limbah B3 dan membutuhkan biaya yang lebih murah dibandingkan dengan cara kimia atau fisika. Namun, metode ini masih memiliki kekurangan. Proses bioremediasi dan restorasi kaca merupakan proses alami yang membutuhkan waktu relatif lama untuk menghilangkan limbah B3 yang sangat besar. Selain itu, karena penggunaan organisme hidup, ada kekhawatiran bahwa proses ini dapat memasukkan senyawa beracun ke dalam rantai makanan ekosistem.
